Perbedaan Sel Tumbuhan & Sel Hewan

Hello para mathersiencer, bagaimana kabarnya? Semoga kalian semua dalam keadaan sehat dan semangat dalam mengikuti materi pembelajaran kita hari ini๐Ÿ˜Š. Pembelajaran kali ini kita akan membahas materi biologi tentang “Struktur Sel”.

Kali ini pokok pembahasan kita yaitu mengenai "Perbedaan Sel Tumbuhan & Sel Hewan". Oke broww gimana?? udah siap?? hehe๐Ÿ˜…, tanpa basa-basi yuk kita pelajari bersama.





1. Struktur Sel Tumbuhan

        Sel tumbuhan memiliki organel-organel khusus yang tidak dimiliki oleh sel hewan. Seperti dinding sel, vakuola, dan plastida.

    a. Dinding Sel

        Dinding sel merupakan lapisan terluar yang tersusun dari selulosa, hemiselulosa, dan pektin. Dinding sel berfungsi sebagai penyokong, pelindung, dan juga menjaga keseimbangan sel dari tekanan. Dengan adanya dinding sel mengakibatkan bentuk sel relatif tetap.

            
        Diantara dua dinding sel yang berdekatan terdapat celah yang bernama lamela tengah. dua sel yang berdekatan dihubungkan oleh saluran yang bernama plasmodesmata. Dinding sel dibedakan menjadi dua yaitu dinding sel primer dan dinding sel sekunder.
        
        Dinding sel primer terbentuk pada saat sel mengalami proses pembelahan. Sedangkan dinding sel sekunder terbentuk pada saat sel mengalami proses penebalan (lignifikasi) yang mengakibatkan xilem dan sklerenkim mengayu. Dinding sel sekunder biasanya terdapat pada tumbuhan yang sudah dewasa. Sedangkan, dinding sel primer biasanya ditemukan pada tumbuhan yang masih muda.


    b. Vakuola
        Vakuola merupakan organel sitoplasmik yang berisikan cairan dan dibatasi oleh membran tonoplas. Sel-sel tumbuhan muda memiliki banyak vakuola yang berukuran kecil. Sedangkan sel-sel tumbuhan dewasa hanya memiliki satu unit vakuola yang berukuran besar. Vakuola memiliki beberapa fungsi sebagai berikut.

1) Tempat menyimpan zat makanan seperti amilum dan gula.
2) Tempat penyimpanan pigmen pada tumbuhan.
3) Tempat penyimpanan minyak asiri pada tumbuhan, seperti minyak kayu putih.
4) Tempat memasukan air melalui tonoplas agar terjadi turgiditas sel bersama dinding sel.
5) Tempat penimbunan sisa metabolisme dan metabolit sekunder, seperti Ca-oksalat, tanin,
    getah, karet.


    c. Plastida
        Plastida merupakan organel membran rangkap yang berasal dari perkembangan propastida di daerah meristematik. Berdasarkan pigmen yang dikandung, plastida dapat dibedakan menjadi tiga tipe yaitu kloroplas, kromoplas, leukoplas.

1) Kloroplas 
    Kloroplas merupakan plastida yang mengandung klorofil, karotenoid, dan pigmen fotosintetik lainnya. Kloroplas memiliki memiliki membran ganda yaitu membran luar dan membran dalam. Membran luarnya memiliki fungsi untuk mengatur keluar masuknya zat. Sedangkan membran dalamnya memiliki fungsi untuk membungkus cairan kloroplas yang disebut stroma.

    
    Selain kedua membran tersebut, kloroplas juga memiliki membran khusus. Membran khusus kloroplas mengalami pelipatan ke arah dalam sehingga membentuk struktur lembaran-lembaran yang disebut tilakoid. Tilakoid kemudian akan bertumpuk pada tempat tertentu membentuk grana. Pada sebuah kloroplas umunya memiliki 40-60 grana. Kloroplas merupakan tempat berlangsungnya proses fotosintesis.
    
Berdasarkan spektrum warna yang diserap, klorofil dibedakan menjadi empat macam yaitu,
a.) Klorofil a menyerap spektrum warna hijau-biru
b.) Klorofil b menyerap spektrum warna hijau-kuning 
c.) Klorofil c menyerap spektrum warna hijau-coklat
d.) Klorofil d menyerap spektrum warna hijau-merah

2) Kromoplas
    Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen non-fotosintetik (merah, orange, kuning). Pigmen yang biasa terdapat didalam kromoplas antara lain seperti karoten (warna kuning), xantofil (warna kuning kecoklatan), fikosianin (warna biru). Kromoplas dapat kita temukan pada mahkota bunga, wortel, tomat, dsb.

3.) Leukoplas 
    Leukoplas merupakan plastida yang tidak berwarna dan biasanya terdapat pada organ penyimpan zat cadangan makanan pada tumbuhan seperti pada umbi dan biji. Berdasarkan zat yang disimpannya, leukoplas dibedakan menjadi tiga macam, antara lain amiloplas (menyimpan amilum), elaioplas (menyimpan lemak), proteoplas (menyimpan protein)



2. Struktur Sel Hewan

        Sel hewan tidak memiliki dinding sel, vakuola, plastida seperti pada sel tumbuhan. Akan tetapi pada sel hewan memiliki organel khusus yang tidak dimiliki oleh sel tumbuhan seperti sentriol dan lisosom. Sentriol berjumlah dua dan terdapat didalam sentrosom. Sentriol berperan dalam proses pembelahan sel. Saat sel membelah masing-masing dari sentriol akan bergerak menuju kutub yang berlawanan dan akan memancarkan benang-benang gelondong yang akan menjerat kromosom.


        Pada sel hewan juga terdapat lisosom. Lisosom merupakan kantong membran yang didalamnya berisikan enzim pencernaan intraseluler. Selain berperan dalam pencernaan intraseluler, lisosom juga memiliki kemampuan autofagi untuk menghancuran sel yang sudah mati, autolisis untuk menghancurkan lisosom dengan cara mengeluarkan isi lisosom ke dalam sel, dan eksositosis untuk membebaskan enzim keluar sel.



Nah brow, gimana?? udah paham belum?? hehe...๐Ÿ˜…
Btw, selamattt buat kalian karena telah berhasil mempelajari mengenai perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan yeayy๐Ÿ˜... .Semoga apa yang kalian baca barusan bisa menjadi bermanfaat dan tentunya bisa menghantarkan anda semua menggapai cita-cita, Aamiin. 

Mungkin kita sudahi dulu sampai disini, semoga kita bisa bertemu lagi tentunya dengan materi yang lebih informatif. Jangan lupa untuk selalu belajar, dan tetap semangattt...๐Ÿ’ช see you...

Komentar